Pamekasan –Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Ulum
Banyuanyar, resmi beralih bentuk menjadi Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB)
berdasarkan SK Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1213 Tahun 2025.
Penyerahan SK alih bentuk tersebut disampaikan langsung oleh
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Suyitno,
M.Ag, kepada Rektor IDB RKH. Sholahuddin Syamsul Arifin, Lc., M.A., dalam
acara yang digelar di Kampus Al Fitrah Surabaya, Sabtu (25/10/2025). Acara ini
juga diikuti oleh sejumlah perguruan tinggi lainnya yang turut menerima SK alih
bentuk dan pembukaan program studi baru.
Wakil Rektor IDB, Dr. Abdul Mukit, S.Th.I., M.Pd.,
menjelaskan bahwa kegiatan penyerahan dilakukan secara kolektif bersama sekitar
tujuh kampus lainnya. “Tiga di antaranya menerima SK alih bentuk, dan empat
lainnya menerima izin pembukaan prodi baru,” ujarnya.
Menurut Dr. Abdul Mukit, perubahan bentuk ini menjadi
momentum penting bagi IDB untuk menata kembali struktur kelembagaan dan
meningkatkan kualitas akademik. “Keluarnya SK ini adalah hasil kerja keras
semua pihak, mulai dari pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar KH.
Hasbullah Muhammad, Lc, dewan pengasuh, hingga seluruh civitas akademika. Ini
bukan akhir, tapi awal dari tanggung jawab baru untuk meningkatkan mutu
pendidikan, termasuk mendorong para dosen menyelesaikan studi doktoral (S3),”
jelasnya.
Alis bentuk menuju IDB menjadi tahapan ketiga dari
perjalanan panjang pendidikan tinggi Darul Ulum Banyuanyar. Lembaga ini bermula
dari pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab (STIBA) DUBA, kemudian
berkembang menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) DUBA dengan lima program
studi unggulan: Bahasa dan Sastra Arab (BSA), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Manajemen
Pendidikan Islam (MPI), Ekonomi Syariah (ES), dan Hukum Tata Negara (HTN).
Kini, setelah resmi beralih menjadi Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB), pihak
kampus berencana menambah beberapa program studi baru sesuai kebutuhan zaman
dan arah pengembangan pesantren.
Rektor IDB, RKH. Sholahuddin Syamsul Arifin, Lc., M.A.,
menegaskan bahwa alih bentuk ini merupakan bentuk nyata dari komitmen pesantren
dalam menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan
keulamaan. “Kami ingin menjadikan IDB sebagai kampus ilmu dan takwa yang
melahirkan intelektual berkarakter ulama, dan ulama yang intelek,” ungkapnya.
Ucapan selamat pun mengalir dari berbagai tokoh nasional dan
daerah, antara lain Komisaris Utama PT. ASDP Indonesia Ferry Achmad Baidowi, Hakim
Mahkamah Konstitusi Arsul Sani, Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan
Mardiono, serta Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur.
Achmad Baidowi, yang juga alumni pesantren Banyuanyar,
menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut. “Secara bertahap,
insyaallah cita-cita ajunan almarhum RKH. Muhammad Syamsul Arifin akan
terealisasi,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa salah satu cita-cita besar almarhum
pendiri Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar adalah menghadirkan fakultas
kedokteran di lingkungan pesantren sebagai wujud integrasi ilmu agama dan ilmu
umum.
Sebelumnya, pada 18 Juli 2025, STAI Darul Ulum Banyuanyar
telah melaksanakan Visitasi Alih Bentuk yang dihadiri langsung oleh tim dari
Subdirektorat Kelembagaan dan Kerja Sama Diktis Kementerian Agama RI. Kegiatan
tersebut menjadi langkah awal menuju transformasi kelembagaan dan penguatan
kapasitas akademik pesantren.
Kini, dengan bentuk barunya sebagai Institut Darul Ulum
Banyuanyar (IDB), kampus yang mengusung motto “Kampus Ilmu dan Takwa” ini
diharapkan menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan berbasis nilai-nilai
pesantren, yang mampu melahirkan generasi ulama dan intelektual unggul bagi
bangsa dan umat.