Manusia adalah seorang pemimpin baik itu pemimpin bagi diri sendiri maupun bagi orang lain, tapi kita sebagai manusia yang berakal harus mampu membawa diri kita kejalan dimana disitu orang lain bisa temotivasi oleh kita baik kita itu sebagai pemimpin dalam organisasi, maupun diluar organisasi. tak hanya itu kita sebagai manusia harus bermanfaat bagi manusia lainnya dan kepemimpinan ini sudah tertera dalam ayat Al-Qur’an (Qs. Al-Baqarah:6)
واذقال ربك للملئكة إني جاعل Ù?Ù‰ الارض خليÙ?Ø© قالو اتجعل Ù?يها من ÙŠÙ?سد Ù?يها ويسÙ?Ùƒ الد ماء ونØÙ† Ù†Ø³Ø¨Ø Ø¨ØÙ…دك ونقدس لك قال اني اعلم مالا تعلمون.
Artinya: Dan (ingatlah) ketika tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “ Aku hendak menjadikan kholifah di bumi.” Mereka berkata, “ Apakah engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah disana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-mu?” Dia berfirman, “sungguh aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui.”
DIMENSI DAN MORAL
Menguji aspek-aspek penting dari tingkah laku kepemimpinan. Kebanyakan konseptualisasi kepemimpinan berdimensi ganda, paling sedikit ada dua tipe yang berbeda. Didalam analisisnya, Chester I. Barnard membedakan antara keefektifan dan efisiensi dari tindakan kerja sama. Ia mengemukakan bahwa keuletan bekerja sama bergantung pada dua kondisi, yaitu (a) keefektifannya dan (b) efisiensinya. Keefektifan berhubungan dengan pencapaian tujuan kerja sama yang bersifat social dan non personal. Sedangkan efisiensi berhubungan dengan kepuasan motif-motif individual, dan bersifat personal.
David G. Bowers dan Stanley E. Seashore dalam usahanya menggabungkan teori dan penelitian tentang kepemimpinan, mengusulkan empat dimensi pokok dari struktur fundamental kepemimpinan, yaitu:
Bantuan (Support), tingkah laku yang memperbesar perasaan berharga seseorang dan merasa dianggap penting. Kemudahan intraksi , tingkah laku yang memberanikan anggota-anggota kelompok untuk untuk mengembangkan hubungan-hubungan yang saling menyenangkan.
Pengutamaan tujuan, tingkah laku yang merangsang antusiasme bagi penemuan tujuan kelompok mengenai pencapaian prestasi yang baik.
Kemudahan bekerja, tingkah laku yang membantu pencapaian tujuan dengan kegiatan-kegiatan seperti penetapan waktu, pengoordinasian, perencanaan, dan penyediaan sumber-sumber seperti alat-alat, bahan-bahan dan pengetahuan teknis.
ETIS DALAM KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan adalah kekuatan (power) yang didasarkan atas tabiat/watak seseorang yang dimiliki kekuasaan lebih, biasanya bersifat normative (Amitai Etzioni). Dibawah ini pengertian kepemimpinan menurut beberapa ahli.
Pemimpin adalah individu didalam kelompok yang memberikan tugas-tugas pengarahan dan pengoordinasian yang relevan dengan kegiatan-kegiatan kelompok (fred E. Fiedler).
Kepemimpinan dalam organisasi-organisasi berarti penggunaan kekuasaan dan pembuatan keputusan-keputusan (Robert Dubin)
Hakikat kepemimpinan organisasi adalah penambahan pengaruh (influential increment) terhadap dan diatas pelaksanaan mekanis pengarahan-pengarahan rutin dari suatu organisasi (Daniel Katz and Roberd L. Khan).
Kepemimpinan adalah permulaan dari suatu struktur atau prosedur baru untuk mencapai tujuan-tujuan dan sasaran organisasi atau untuk mengubah tujuan-tujuan dan sasaran organisasi (James Lipham).
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kegian-kegiatan suatu kelompok yang diorganisasi menuju kepada penentuan dan pencapaian tujuan (Ralph M. Stogdill).
Kepemimpinan dalam sebuah organisasi sangatlah penting, baik dalam kepepemimpinan dalam lembaga maupun dalam dunia bisnis dan pemimpin itu, sangatlah membantu untuk menunjang keberhasilan peserta didik dalam keberhasilan peserta didik ditingkat dari pembelajaran. selain di suatu lembaga kepemimpinan ini jugak berpengaruh dalam organisasi yang mempuyai tujuan untuk mengelola bisnis didalamnya, guna untuk mensukseskan organisasi yang dijalani tersebut.
Kepemimpinan dalam sekolah mempunyai tanggung jawab tersendiri; para pimpinan dan kepala sekolah memiliki peran yang sangat menentukan bagi keberhasilan sekolah. Oleh karena itu, mereka harus bertanggung jawab terhadap pengalaman-pengalaman pelajar di sekolah. Dan setiap pemimpin pasti memiliki tanggun jawab yang besar untuk menjalankan semua tugas-tugas yang sudah menjadi tanggung jawabnya, dan tak hanya itu seorang pemimpin jugak mengatur berjalannya kegiatan yang sudah dibentuk dalam sebuah organisasi dan memberi pekerjaan terhadap setiap personel sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing.
Para pemimpin-pemimpin perlu melihat dan menilai dari setiap kekurangan dan kelebihan dari seorang pendidik dan peserta didik, dengan bertujuan untuk mengetahui kesulitan-kesulitan apa yang terjadi pada mereka, dalam hal itu seorang pemimpin mengadakan evaluasi dengan bawahannya, untuk mencari solusi yang baik dan ketika ada permasalahan bias cepat teratasi.
Dalam studi perilaku kepemimpinan semakin berkembang wacana kepemimpinan yang berbasis nilai (value), salah satunya adalah wacana kepemimpinan etis. Brown, Trevino dan Harrison (2005) mendefinisikan kepemimpinan etissebagai penunjukkan tabiat normatif yang seharusnya melalui tindakan-tindakan personal dan hubungan antar personal serta memperkenalkan tabiat dimaksud kepada para pengikut melalui komunikasi dua arah, penguatan, dan pengambilan keputusan.
Pendidikan ditinjau secara etimologis berasal dari bahasa yunani yaitu “Paedagogike”.Kata tersebut terdiri dari dua kata yang berarti “Paes” yang artinya anak dan “ago” yang artinya aku membimbing. Dalam pengertian yang agak luas dan representatif pendidikan ialah seluruh tahapan pengembangan kemampuan-kemampuan dan prilaku-prilaku manusia dan juga prosesp penggunaan hamper seluruh pengalaman kehidupan (Syah, 2001). Dalam pelaksanaan proses pendidikan baik secara formal maupun informal membutuhkan disiplin ilmu lain sebagai alat bantu dalam pencapaian tujuan pendidikan.
KESIMPULAN
Ada 2 dimensi dalam kepemimpinan yang dikemukakan ole Chester I. Barnard membedakan antara keefektifan dan efisiensi dari tindakan kerja sama. Ia mengemukakan bahwa keuletan bekerja sama bergantung pada dua kondisi, yaitu (a) keefektifannya dan (b) efisiensinya. Kepemimpinan adalah kekuatan (power) yang didasarkan atas tabiat/watak seseorang yang dimiliki kekuasaan lebih, biasanya bersifat normative.
Penulis: Kibtiyah